Minggu, 20 Februari 2011

berita daerah

Program Sertifikat Masal Swadaya (SMS) Rawan Penipuan


Bojonegoro- Suara Bahana Program Sertifikat Masal Swadaya ( SMS) di Kabupaten Bojonegoro banyak menuai keluhan dari masyarakat desa, di kabupaten Bojonegoro, lantaran sejak tahun 2008 Masyarakat desa seperti yang dirasakan warga desa Sumberbendo Kec.Bubulan Bojonegoro karena kurang lebih sebanyak 58 pemohon telah menyerahkan pengajuan SMS beserta biaya rata rata Rp.500 rb sampai Rp1juta kepada Kepala desa namun sejak pengajuan itu pada th 2008 sampai tahun 2011 ini juga belum ada kabar realisasi dari pengajuan SMS itu

Menurut keterangan salah satu warga desa sejak tahun 2008 lalu dia bersama sama warga yang lain sudah membayar sejumlah uang untuk pengurusan SMS namun dia kesal terhadap Kades karma sampai saat ini tidak pernah muncul sertifikat sesuai yang diharapkan masyarakat”.ungkap salah satu warga desa sumberbendo yang enggan namanya disebutkan kepada wartawan,

Selain di desa sumberbendo Kec.Bubulan berapa desa di Kabupaten Bojonegoro menemui persoalan yang sama seperti desa bulaklo Kec.Balen desa tersebut batal mengajukan SMS karena kurangnya kordinasi dan kerja sama panitia sehingga SMS batal di laksanakan padahal warga desa yang mengajukan SMS juga sudah menyerahkan biaya pengajuan kepada panitia namun karena batal uang merekapun ahirnya dikembalikan oleh panitia,warga desa merasa kecewa kepada panitia yang terkesan tidak serius dalam menangani program SMS,

Hal serupa juga terjadi di desa Ngrandu Kec.Kedungadem Bojonegoro pada th 2008 lalu sebanyak 33 pemohon yang rata rata sudah mengajukan permohonan SMS dan membayar Rp.850 rb tiap pemohon kepada ketua BPD Nurhadi dan mantan Kepala desa setempat sekitar 4 th berjalan Sertifikat para pemohon juga tidak pernah ada kabar di duga uang para pemohon SMS dipakai Mantan Kepala desa Sholeh bersama Nurhadi (Ketua BPD) desa Ngrandu Kec.Kedungadem Bojonegoro,

Ketika ditemui wartawan dirumahnya salah satu warga desa yang juga pernah mengajukan SMS membenarkan adanyan program tersebut yang sampai sekarang tidak pernah ada kabarnya padahal pernah juga di pertemukan dibalai desa antara pemohon bersama BPD namun sampai sekarang belum ada titik temu.ungkapnya


Sementara Nurhadi sampai berita ini diturunkan tidak pernah bisa ditemui wartawan dengan alasan lagi di luar kota,dan tidak pernah pulang .B-Hone

Tidak ada komentar:

Posting Komentar